Definisi Organisasi Nirlaba
Organisasi nirlaba adalah organisasi yang didirikan untuk kepentingan masyarakat, atau organisasi yang kegiatannya tidak mencari keuntungan, tetapi bersifat amal, pendidikan, keagamaan, atau ilmiah.
Organisasi ini biasanya didirikan sebagai lembaga amal untuk tujuan pelayanan. Orang yang mengelola organisasi ini adalah para pengurus yayasan.Organisasi nirlaba mengumpulkan dana dari anggota serta masyarakat untuk mencapai tujuan mereka.
Lembaga nonprofit membutuhkan pendapatan agar dapat beroperasi, namun menghasilkan keuntungan bukanlah misi utama mereka. Oleh karena itu, laporan laba rugi untuk penjualan tidak perlu dibuat. Organisasi menyetorkan dana yang diterimanya ke dalam dana modal atau dana umum. Banyak juga lembaga nonprofit menerima status bebas pajak.
Ciri-ciri Akuntansi Nirlaba
Berikut ini ciri-ciri dari akuntansi nirlaba, yakni:
- Akuntansi nirlaba berfokus pada akuntabilitas dan pemenuhan misi.
- Akuntansi nirlaba menggunakan akuntansi dana untuk melacak dana yang terbatas dan tidak terbatas.
- Akuntansi nirlaba menggunakan aturan akuntansi GAAP yang khusus untuk nirlaba.
- Akuntansi nirlaba menghasilkan laporan keuangan yang digunakan untuk mengevaluasi kemajuan organisasi.
- Akuntansi nirlaba menghasilkan dokumen eksternal, seperti formulir pajak dan laporan keuangan, untuk pemerintah dan donatur.
Pengelolaan Akuntansi Organisasi Nirlaba
Organisasi nirlaba tidak berdagang untuk profit. Mereka harus mencatat pendapatan, pengeluaran, aset, dan kewajiban. Pendapatan utama mereka berasal dari sumbangan, langganan, dan hibah.
1. Pilih Metode Akuntansi
Seperti halnya bisnis apa pun, organisasi nirlaba membutuhkan arus kas yang sehat. Anda perlu menghasilkan uang yang cukup untuk membayar gaji karyawan, pengeluaran tak terduga, utilitas, sewa, dll.
Segala pemasukan dan pengeluaran harus dicatat melalui sistem akuntansi yang terorganisir. Jika Anda adalah organisasi nirlaba, Anda dapat memilih antara sistem akuntansi kas atau sistem akuntansi akrual.
Akuntansi kas adalah sistem yang mencatat pengeluaran atau penerimaan pada saat sebenarnya dibayar atau diterima, bukan pada saat transaksi terjadi. Namun, Anda tidak dapat menggunakan cara ini jika pendapatan kotor tahunan Anda melebihi Rp 3 miliar atau jika Anda telah menentukan metode pembayaran pinjaman. Sedangkan akuntansi akrual mencatat transaksi pada saat transaksi tersebut benar-benar terjadi.
PT.Jovindo menawarkan anda jasa konsultasi dan akuntasi perpajakan anda. Atasi masalah perpajakan anda dengan cepat dan efisien bersama Jovindo. Dengan bersama kami anda dapat berkonsultasi secara online maupun offline. Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi : 0778-4162512 /0811-7777088.
2. Pahami tanggung jawab pajak
Jika organisasi Anda memenuhi persyaratan status bebas pajak, Anda tidak perlu membayar pajak penghasilan kepada negara. Pajak akan terus dipotong dan dipungut. Penghasilan pegawai dikenakan PPh 21, pembayaran jasa dikenakan PPh 23, dan barang kena pajak dikenakan PPN. Mengenai pajak badan, menurut laporan keuangan, jika penghasilannya 100% berupa sumbangan, maka dibebaskan dari pajak.
3. Buat laporan keuangan yang sesuai
Akuntansi organisasi nirlaba mengharuskan Anda membuat laporan keuangan yang melaporkan keuangan perusahaan Anda. Perusahaan nirlaba menggunakan tiga laporan keuangan utama, yaitu laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Akuntansi nirlaba didasarkan pada neraca, laporan aktivitas, dan laporan arus kas. Berbeda dengan neraca, versi nirlaba ini mengganti aset bersih dengan ekuitas. Jumlah aset dan kewajiban bersih harus sama dengan aset di neraca.





