Pentingnya Aktiva Tidak Berwujud Bagi Perusahaan

Pentingnya Aktiva Tidak Berwujud Bagi Perusahaan

Definisi Aktiva atau Aset Tak Berwujud

Aset tak berwujud adalah aset non-fisik. Karena aset tanpa bentuk, tidak bisa dimiliki atau dimanipulasi. Jenis aset tak berwujud yang biasa meliputi merek, niat baik, dan kekayaan intelektual. Meskipun namanya tidak menunjukkan wujud, aktiva ini tetap penting dan berpengaruh pada perusahaan. Adanya aset ini memberikan nilai bagi sebuah perusahaan jika ingin dijual. Jika nilai aset yang dimiliki tinggi, nilai perusahaan akan meningkat.

Dalam akuntansi, disebut sebagai aktiva tak berwujud jika:

  • Perusahaan akan mendapatkan manfaat ekonomi di masa mendatang dari aset tersebut.
  • Biaya biaya perolehannya dapat diukur dengan andal.

 

Pentingnya Aktiva Tidak Berwujud Bagi Perusahaan

Jika perusahaan tidak mencatat aset tak berwujud, itu akan mempengaruhi keseluruhan perusahaan. Tingkat kepentingannya hampir sama dengan aset fisik. Ketika terjadi pengeluaran setelah akuisisi aset tak berwujud, biaya-biaya tersebut bisa diperhitungkan dalam periode saat ini seperti halnya dengan aset berwujud. Dalam beberapa situasi, nilai aset tak berwujud mungkin tercatat lebih tinggi daripada modal perusahaan.

 

Karakteristik Aktiva atau Aset Tak Berwujud

Berikut ini 3 karakteristik utama aktiva atau aset tak berwujud, yakni:

  • Kurang memiliki eksistensi fisik, nilai diperoleh dari hak dan keistimewaan perusahaan yang menggunakannya.
  • Bukan instrumen keuangan, nilainya berasal dari klaim untuk menerima kas atau ekuivalen kas di masa mendatang.
  • Bersifat jangka panjang dan menjadi subjek amortisasi, memberikan jasa dalam kurun waktu bertahun-tahun.

Selain karakteristik utama di atas,  berikut ini beberapa karakteristik pendukung aktiva atau aset tak berwujud, yakni:

  • Diperoleh melalui pengembangan atau dibeli secara terpisah atau menjadi satu dengan aset lain.
  • Secara tidak langsung digunakan dalam operasional perusahaan.
  • Dipengaruhi oleh kegiatan kompetitor.
  • Memiliki nilai pada perusahaan.
  • Tidak ditentukan umur ekonomisnya.

 

Manfaat Aktiva atau Aset Tidak Berwujud

Berikut ini beberapa manfaat dari aktiva tak berwujud, yakni:

1. Mendapatkan pendapatan

Aktiva tak berwujud bisa menjadi sumber pendapatan perusahaan, terutama bila masa manfaatnya panjang. Contohnya, perusahaan dapat memberikan lisensi kepada pihak lain untuk menggunakan hak patennya, dan menerima imbalan atas persetujuan tersebut.

2. Menjadi agunan

Kekayaan intelektual seperti hak paten, hak cipta, dan merek dagang dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pendanaan dari institusi keuangan.

3. Menciptakan nilai jangka panjang

Aset tak berwujud dapat membuka kesempatan di pasar, meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan.

4. Mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi

Aktiva tak berwujud bisa meningkatkan keunggulan kompetitif dan inovasi.

5. Sebagai ukuran valuasi bisnis

Penilai aset akan mempertimbangkan aset tak berwujud dalam melakukan penilaian valuasi bisnis.

 

Contoh Aset Tak Berwujud

Berikut ini adalah beberapa hak yang termasuk ke dalam kategori aset atau aktiva tak berwujud, yakni:

Hak Cipta (Copyright)

Hak cipta iberikan pada pencipta untuk menjual, mengawasi, atau menerbitkan hasil karyanya. Hak cipta dapat dijual kepada pihak lain dengan kesepakatan yang disepakati. Harga perolehan hak cipta meliputi pengeluaran mulai dari penyusunan, pengurusan ijin hingga sertifikat hak cipta diterima.

Hak Paten (Patent)

Hak paten diberikan kepada pihak yang melakukan penelitian dan menemukan sesuatu yang baru untuk memproduksi, menjual, dan mengawasi temuannya dalam jangka waktu tertentu. Harga perolehannya meliputi semua pengeluaran yang mencakup biaya penelitian, pengembangan, pembuatan gambar, percobaan, dan pengurusan hak paten hingga sertifikat hak paten diterbitkan.

Hak Merek Dagang (Trademark)

Hak cipta merupakan hak untuk menggunakan simbol dari suatu produk. Harga perolehan hak merek dagang ini meliputi biaya perencanaan, desain, pembuatan logo atau lambang termasuk dengan perijinan merk dagang hingga sertifikat merek dagang diterbitkan.

Hak Franchise dan License

Menggunakan fasilitas dari pihak lain sebagai franchisee. Pihak franchisee hanya boleh menggunakan hak franchise sesuai kesepakatan, tidak diizinkan untuk menjual hak franchise kepada pihak lain. Bagi franchisor, harga perolehan hak franchise adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh izin hak franchise, sementara bagi franchisee harga perolehan adalah jumlah yang dibayarkan kepada franchisor.

Goodwill

Goodwill adalah kondisi di mana nilai aset melebihi nilai pasar. Biasanya terjadi ketika sebuah perusahaan membeli perusahaan lain dan memperoleh keuntungan.

Kamu punya masalah perpajakan atau akuntansi? Bingung cara menyelesaikannya? Konsultasikan saja pada  Jovindo. Kami dapat membantu kamu dalam menghadapi masalah perpajakan dan akuntasi kamu loh. Yuk konsultasikan masalah kamu. Untuk info lebih lanjut kamu bias menghubungi:  0778-4162512 /0811-7777088

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *