Perbedaan antara Amortisasi dan Depresiasi

Perbedaan antara Amortisasi dan Depresiasi

Definisi Amortisasi

Amortisasi adalah proses membayar utang dalam waktu atau periode tertentu dan dilakukan secara bertahap. Proses pembayaran amortisasi juga memiliki perhitungan khusus tersendiri. Amortisasi juga dapat diartikan sebagai distribusi jumlah atau biaya modal pada aset tidak berwujud selama periode tertentu. Umumnya, amortisasi diterapkan selama aset tersebut masih dapat digunakan. Penjelasan lainnya mengenai amortisasi adalah proses akuntansi yang mengurangi nilai kewajiban atau biaya serta aset tidak berwujud secara bertahap. Fungsi lain dari amortisasi adalah untuk mencerminkan nilai jual kembali dari aset tidak berwujud.

 

Fungsi dan Manfaat Amortisasi

Biaya amortisasi merupakan metode untuk menentukan nilai yang akan diperoleh kembali dari aset tidak berwujud. Menghitung biaya amortisasi adalah hal yang berguna sebagai pedoman agar Anda dapat menyusun laporan keuangan perusahaan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Di samping itu, amortisasi merupakan proses yang juga bermanfaat dalam sektor pinjaman. Karena itu, Anda dapat memanfaatkan tabel amortisasi untuk menilai berbagai pilihan pinjaman dan menghitung biaya riil dari produk yang akan dibeli atau dipinjam.

 

Metode-Metode dalam Amortisasi

Metode yang digunakan untuk menghitung amortasi dibagi menjadi 2 kelompok, sesuai dengan masa manfaatnya. Metode ini umumnya di gunakan untuk mengukur nilai amortasi aset tidak berwujud.

Berikut ini adalah metode-metode yang digunakan untuk menghitung amortasi, yakni:

Metode Saldo Menurun

Jumlah biaya yang dialokasikan untuk metode ini akan terus berkurang seiring bertambahnya masa manfaat setiap tahunnya. Saat tiba di tahun di mana masa manfaat itu berakhir, penyusutan juga akan dilakukan terhadap nilai sisa buku yang tersisa.

Metode Garis Lurus

Metode ini membagi total biaya secara merata sepanjang tahun. Dengan kata lain, nilai penyusutan pada metode garis lurus tetap sama dari tahun pengadaan sampai tahun terakhir masa manfaatnya.

 

Perbedaan antara Amortisasi dan Depresiasi

Selain amortisasi, terdapat istilah lain dalam akuntansi yang menunjuk pada pengurangan nilai manfaat dari suatu aset, yaitu depresiasi. Anda perlu memahami perbedaan antara amortisasi dan depresiasi. Secara sederhana, amortisasi merujuk pada pengurangan nilai aset tak berwujud, sementara depresiasi menggambarkan pengurangan nilai aset berwujud. Amortisasi berfungsi sebagai gambaran nilai aset perusahaan saat dijual kembali, sedangkan depresiasi membantu perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan pendapatan dari aset berwujud selama periode tertentu. Itulah penjelasan tentang apa itu amortisasi, fungsi, serta cara menghitungnya. Bisa dikatakan, amortisasi adalah langkah penting bagi keuangan suatu perusahaan. Karena, perhitungan biaya amortisasi akan membantu Anda menilai kondisi keuangan perusahaan yang berhubungan dengan depresiasi

Kamu punya masalah perpajakan atau akuntansi? Bingung cara menyelesaikannya? Konsultasikan saja pada  Jovindo. Kami dapat membantu kamu dalam menghadapi masalah perpajakan dan akuntasi kamu loh. Yuk konsultasikan masalah kamu. Untuk info lebih lanjut kamu bias menghubungi:  0778-4162512 /0811-7777088.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *