PT Jovindo Solusi Batam siap untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan perpajakan Anda. Kami akan bekerja secara professional, akurat serta teliti, sehingga cocok menjadi pendamping perpajakan Anda. Kali ini, PT Jovindo Solusi Batam akan mengenalkan sebuah informasi kepada audiens yang terkait Piutang Dagang. Simak informasinya berikut ini.
Definisi Piutang Dagang
Piutang Dagang merupakan uang yang harus dibayarkan pada perusahaan untuk barang atau jasa yang digunakan, namun belum dibayarkan pelanggan dan dicatat pada neraca yang sebagai aset lancar. Terdapat fungsi dari manajemen piutang yang bisa dilihat dengan melalui empat fungsi utama, diantaranya yaitu :
- Perencanaan : Dengan merencanakan anggaran atau pos lain yang menggunakan pembayaran kredit.
- Pengorganisasian : Dengan menciptakan kebijakan pada penagihan piutang supaya berjalan dengan efektif.
- Pengawasan : Pada perusahaan akan mampu mengevaluasi kebijakan piutang yang telah dijalankan.
- Penerapan atau pengarahan.
Pada proses pengelolaannya, agar perusahaan terhindar dari risiko dengan berasal dari pemasukan kredit yang seperti :
- Pada seluruh piutang tidak tertagih.
- Piutang yang tidak dibayar yang sebagai piutang.
- Pelunasan piutangnya lewat dari jatuh tempo.
- Terdapat kecurangan.
- Terdapat kesalahan teknis.
- Pada data pelacakan piutang hilang ataupun rusak.
- Kinerja SDM penagih piutang yang buruk.
Kebijakan Manajemen Piutang
Inilah beberapa langkah yang dapat dilakukan pada penerapan manajemen piutang, diantaranya yaitu :
- Analisis Standar Kredit : Terdapat analisis standar kredit 5C, yaitu :
- Characteristic : Yaitu perilaku pada pemohon pinjaman.
- Capability : Yaitu kemampuan pada pemohon pinjaman dengan mengelola usahanya.
- Capital : Yaitu utang yang diberikan serta bukan satu-satunya sumber daya, tetapi pemohon harus memiliki modal.
- Collateral : Yaitu pada pemohon harus memberikan jaminan pada pinjaman.
- Condition : Yaitu keadaan yang terjadi pada saat transaksi baik itu dengan secara makro atau mikro.
Ada juga analisis 5P, yaitu :
- Party : Yaitu pengelompokan pada calon pemohon pinjaman.
- Purpose : Dengan tujuan pemohon pinjaman.
- Prospect : Yaitu memprediksi efektivitas hasil dari pinjaman tersebut.
- Protection : Terdapat perlindungan atas aset atau uang yang dipinjamkan.
- Payment : Dengan menganalisis apakah kredit yang dipinjamkan ini akan mampu dikembalikan atau tidak.
Pada sisi lain, terdapat analisis kredit 3R, yaitu :
- Return : Yaitu tingkat keberhasilan pada aktivitas piutang, baik itu untuk peminjam ataupun pemohon pinjaman.
- Repayment : Dengan kemampuan pada pemohon pinjaman untuk melunasi pinjamannya.
- Risk : Dengan kemampuan pada pemohon dalam menanggung risiko jika tidak mampu untuk mengembalikan hutangnya.
- Persyaratan Kredit : Dengan meliputi ketentuan yang dibuat pada perusahaan dalam mengelola piutangnya.
- Kebijakan Penagihan : Yaitu didasari oleh kebijakan kredit, dalam perusahaan pun harus jeli untuk menentukan kebijakan penagihan pinjaman.
- Mengandalkan Pihak Ketiga : Yang dimaksud dengan pihak ketiga yaitu pihak dari luar perusahaan yang akan membantu untuk mengelola piutang pada perusahaan, misalnya dengan menggunakan layanan teknologi keuangan ataupun konsultasi dengan konsultan bisnis.
Masalah Akuntansi yang Berhubungan dengan Piutang Dagang
- Pengakuan Piutang Dagang : Bisa diakui atau dicatat pada saat perusahaan mendapatkan piutang dagang dengan melakukan transaksi penjualan kredit, terjadinya potongan harga dan retur serta adanya pelunasan piutang dagang pada perusahaan.
- Penilaian Piutang Dagang : Perlu dicatat dan dilaporkan pada neraca dengan sebesar nilai kas bersih (neto) yang bisa diperoleh dengan jumlah piutang sesudah dikurangi cadangan kerugian piutang tak tertagih.
- Pengalihan Piutang Dagang : Yaitu pada saat perusahaan mengalihkan piutang usaha ke pihak lain yang seperti bank, lembaga keuangan dan pegadaian piutang dengan tujuan untuk mempercepat penerimaan kas dari piutangnya. Adapun beberapa alasan perusahaan untuk menjual atau mengalihkan piutang, yaitu :
- Kondisi perusahaan yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan pinjaman serta tingginya bunga, maka dari itu perusahaan perlu untuk merubah piutang yang ada menjadi kas.
- Penagihan piutang membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan biaya, hal ini perusahaan memilih menerima kas yang lebih kecil daripada kas sebenarnya.




