PT Jovindo Solusi Batam merupakan Konsultan Pajak yang siap dalam menangani dan memberikan solusi pada permasalahan perpajakan Anda. Nah kali ini, PT Jovindo Solusi Batam akan mengenalkan sebuah informasi kepada audiens terkait Ekuitas dengan beserta contohnya. Simak informasinya berikut ini.
Definisi Ekuitas
Ekuitas ialah sebuah hak pemilik aset di perusahaan, misalnya pada perusahaan dilikuidasi dan semua utang perusahaan sudah dipenuhi. Maka, ekuitas ini berperan mewakili semua uang yang nantinya dikembalikan pada pemegang saham. Dapat diartikan sebagai kekayaan suatu entitas bisnis atau modal terhitung dari jumlah aset yang sudah dikurangi liabilitas, maka rumusnya yaitu : “Ekuitas = Aset – Liabilitas”
Apabila adanya penarikan kembali dalam penyertaan pemilik atau pembagian keuntungan yang dikarenakan adanya kerugian, maka ekuitas akan menjadi turun. Tujuan ekuitas ini yaitu sebagai nota kesepahaman dan harus dilaporkan dengan sumber yang dijelaskan secara rinci serta ditunjukkan pada pemilik perusahaan yang sesuai peraturan perundang-undangan terkait yang relevan. Selain itu juga, bertujuan sebagai salah satu faktor penentu pada harga saham perusahaan.
Unsur-Unsur dalam Ekuitas
- Modal Disetor : Yaitu sejumlah uang yang diinvestasikan pada pemiliknya yang disebut sebagai pemilik saham untuk mengembangkan operasi bisnis serta menjadi sumber modal pertama dari pemegang saham di sebuah perusahaan. Terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
- Modal Saham : Yaitu nilai total uang atau lembar saham yang diedarkan pada perusahaan.
- Tambahan pembayaran : Adanya agio dan disagio, agio ialah selisih dalam jumlah setoran para pemegang saham dengan jumlah nilai saham. Disagio ialah sebaliknya.
- Laba Ditahan (Retained Earnings) : Yaitu laba atau untung bersih kumulatif dalam operasional perusahaan di tahun sebelumnya. Termasuk sebagai laba ditahan sebab laba ini tidak diambil pemilik atau pemegang saham juga tidak dibagikan sebagai dividen.
- Modal Penilaian Kembali : Yaitu selisih dengan periode lama dan periode sekarang. Dalam sebuah bisnis ada beberapa evaluasi pada aset, dengan tujuan untuk menjaga supaya aset pada perusahaan tetap berada dalam keadaan wajar, sebab penilaian ini mengeluarkan biaya, maka semuanya akan ditanggung bersama oleh masing-masing anggota.
- Modal Sumbangan : Yaitu aktiva yang didapat dari sumbangan di luar perusahaan, jika perusahaan mendapat modal sumbangan maka tidak perlu untuk dijurnalkan melainkan cukup dicatat memorial
- Modal Lain : Yaitu berasal dari cadangan potongan harga, modal yang diperluas, dan lainnya. Modalnya yang terdapat dalam cadangan laba termasuk pada modal lain.
Jenis-Jenis Ekuitas
- Ekuitas Pemegang Saham : Yaitu nilai sewa perusahaan dan aset tersebut terlikuidasi, maka dikembalikan pada pemegang saham. Dapat menjadi nilai tersendiri dan penetu dalam kondisi keuangan perusahaan. Terbagi menjadi dua, yakni modal setoran dan laba ditahan.
- Ekuitas Pemilik Perusahaan : Yaitu aset atau kekayaan bersih dengan mengacu ke investasi dari pemilik yang ada pada aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Terdapat komponen dari ekuitas pemilik perusahaan yakni aset dan kewajiban.
- Pembiayaan Ekuitas : Yaitu salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan modal dan dapat menjadi jalan keluar apabila perusahaan telah dikatakan sukses, tetapi tidak menghasilkan keuntungan dengan signifikan.
Contoh pada Ekuitas
- Saham Biasa : Yaitu dengan mencakup investai awal yang diberikan dan menjadikan pemilik saham memiliki hak untuk memiliki aset tertentu.
- Saham Preferen : Tidak memiliki kewajiban dan hak untuk memilih direksi. Bagi mereka yang memiliki hak klaim pada aset serta pendapatan melebihi hak pemegang saham biasa.
- Saham Treasury : Dengan digunakan untuk membeli kembali saham milik pemegang saham biasa.
- Tambahan Modal yang Dibayarkan : Dengan didapat dari tambahan investasi yang diberikan para pemegang saham yang berada di luar saham pokok mereka sendiri. Disebutkan sebagai kontribusi surplus, yaitu lebih tinggi dari pos-pos ekuitas lainnya.
- Laba yang Disimpan : Yaitu pendapatan bersih dengan diperoleh pemilik bisnis yang dimana tidak dibayarkan oleh pemegang saham.




