PT Jovindo Solusi Batam akan menangani dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan perpajakan Anda. Kami telah bersertifikat resmi dan juga berpengalaman dibidang pajak. Pada pembahasan ini, PT Jovindo Solusi Batam akan memberikan informasi tentang Fraud Dalam Akuntansi. Simak informasinya berikut ini.
Apa Itu Fraud?
Fraud adalah istilah dalam bahasa inggris yang artinya kecurangan. Pada dunia akuntansi, fraud merupakan jenis kesalahan yang sering kali ditemukan. Fraud dan error adalah dua jenis kesalahan yang sering terjadi pada proses akuntansi, meski dinilai sama, keduanya mempunyai perbedaan, yakni terlihat dari ada dan tidak ada unsur kesengajaan.
Faktor Pendorong Terjadinya Fraud
- Tekanan : Adanya dorongan yang membuat seseorang melakukan kecurangan dengan dipicu beberapa alasan, yang mulai alasan ekonomi, emosional serta nilai.
- Terdapat Peluang : Pada saat ada peluang, maka ada kesempatan untuk melakukan kecurangan pada pelaku dan didorong sebab internal control yang lemah.
- Rasionalisasi : Yaitu seseorang melakukan rasionalisasi atau mencari pembenaran pada kecurangan. Dengan tindakan tersebut pelaku mau mempertahankan jati dirinya dengan sebagai orang yang dipercaya, sehingga dia mencari pembenaran dalam tindakannya.
- Faktor General : Yaitu faktor dengan behubungan pada organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan dan meliputi :
- Kesempatan (Opportunity)
- Pengungkapan (Exposure)
- Faktor Individu : Yiatu faktor dengan berhubungan pada individu yang sebagai pelaku kecurangan dan terdiri dari :
- Ketamakan (Gredd) : Yaitu dengan berhubungan pada moral individu.
- Kebutuhan (Need) : Yaitu berhubungan pada pandangan atau pikiran serta keperluan pegawai terkait aset yang dimiliki oleh perusahaan.
Kelompok Fraud dalam Perusahaan
Berikut ini tiga kelompok fraud dengan berdasarkan perbuatannya, yakni :
- Penyimpangan Aset : Yaitu dengan melakukan kecurangan pada penyalahgunaan aset dalam perusahaan dan mudah terdeteksi.
- Pernyataan Palsu : Yaitu kecurangan pada pihak manajemen untuk menutupi kondisi keuangan sebenarnya serta melakukan rekayasa dalam laporan keuangan perusahaan.
- Korupsi : Tidak hanya terjadi di perusahaan, melainkan sering ditemukan pada beberapa negara yang sedang berkembang dan kurangnya tata kelola yang baik. Dengan sulit dideteksi sebab banyaknya pihak yang bekerja sama untuk menikmati keuntungan.
Jenis-Jenis Fraud
- Dengan Berdasarkan Pelaku Kecurangan :
- Kecurangan pada pegawai yaitu pegawai yang melakukan kecurangan pada suatu organisasi kerja.
- Kecurangan manajemen yaitu kecurangan yang dilakukan pihak manajemen yang menggunakan laporan keuangan atau transaksi keuangan sebagai sarana fraud dan biasanya dilakukan dalam mencurangi pemegang kepentingan yang terkait organisasinya.
- Dengan Berdasarkan Tindakan Kecurangan :
- Penyelewengan pada aset yaitu penyalahgunaan aset perusahaan dengan sengaja untuk kepentingan pribadi dan biasanya sering dilakukan pegawai seperti penggelapan kas, penggunaan fasilitas untuk kepentingan pribasi dan lainnya.
- Kecurangan pada laporan keuangan yaitu pengabaian jumlah dan pengungkapan yang disengaja dengan maksud untuk menipu pengguna laporan dan biasanya sering dilakukan manajemen, contohnya overstating asset dan understating liabilities.
Cara Mendeteksi Terjadinya Kecurangan
- Periksa Jajaran Manajerial : Pada beberapa kasus kecurangan atau penggelapan dalam laporan keuangan sering melibatkan pihak di jajaran manajerial atau pengambil keputusan, sebab itu jajaran manajerial perlu diselidiki dengan baik agar mengetahui tujuan mereka melakukan kecurangan.
- Terdapat Keterkaitan Dengan Pihak Eksternal : Untuk menghindari kecurangan, Anda dapat mendeteksi adanya hubungan perusahaan dengan lembaga keuangan, perusahaan dengan individu, eksternal auditor, lembaga pemerintahan atau investor.
- Periksa Karakteristik Operasional Laporan : Dapat melakukan suatu pemeriksaan pada laporan keuangan, dengan mulai dari rekening pendapatan, aset, kewajiban, pengeluaran sampai ekuitas.
- Auditor Internal : Yaitu aktivitas konsultasi yang independen dan obyektif dalam menambahkan nilai serta memperbaiki operasional perusahaan.
- Auditor Eksternal : Yaitu dengan dilakukan untuk meminta bantuan pihak luar dalam melakukan pendeteksian kecurangan pada perusahaan dan melakukan analisa apabila auditor internal mengalami kesulitan.





