PT Jovindo Solusi Batam merupakan perusahaan yang terpercaya dalam melayani jasa konsultasi permasalah pada perpajakan. Pada artikel ini, PT Jovindo Solusi Batam akan menjelaskan tentang Mengenal Apa Itu Biaya Fiskal Dan Non Fiskal Serta Perbedaannya. Berikut ini penjelasannya.

Pengertian Biaya Fiskal
Biaya Fiskal merupakan sebuah biaya yang merujuk pada biaya yang bisa dikurangkan ataupun diklaim sebagai pengurang dari Penghasilan Kena Pajak (PKP) perusahaan maupun individu didalam perhitungan pajak. Biaya fiskal mencakup ke berbagai jenis pengeluaran yang telah diakui hukum pajak sebagai pengurang dari penghasilan yang bisa mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar.
Berikut ini contoh biaya Fiskal, seperti:
- Biaya untuk gaji karyawan,
- Biaya untuk sewa,
- Biaya untuk bahan baku,
- Biaya untuk pemasaran,
- Biaya untuk asuransi dan lainnya.
Pengertian Biaya Non Fiskal
Biaya Non Fiskal merupakan sebuah biaya dari berbagai jenis pengeluaran yang berkaitan sama operasional perusahaan maupun individu, tetapi tidak berdampak langsung ke perhitungan pajak ataupun ke pengurangan PKP.
Berikut ini contoh biaya non fiskal, seperti:
- Biaya untuk umum dan administratif,
- Biaya untuk pelatihan karyawan,
- Biaya untuk donasi sukarela.
Perbedaan antara Biaya Fiskal dan Non Fiskal
Biaya fiskal:
- Tujuannya adalah untuk mengurangi kewajiban pajak serta meningkatkan efisiensi terhadap perpajakan.
- Biaya fiskal bisa diklaim sebagai pengurang PKP, yang mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar. Dalam perhitungan pajaknya, biaya fiskal bisa mengurangi basis pengenaan pajak pada perusahaan maupun individu.
Biaya Non Fiskal:
- Tujuannya adalah untuk mengelola semua pengeluaran operasional perusahaan dengan secara efektif, menganalisis kinerja, serta mengambil keputusan manajemen yang berkaitan sama alokasi sumber daya.
- Biaya non fiskal tidak bisa diklaim sebagai pengurang PKP. Pengeluaran ini juga tidak berdampak langsung ke perhitungan pajak ataupun pengurangan penghasilan.



