Definisi Divestasi
Divestasi merupakan kebalikan dari investasi. Divestasi merupakan aktivitas pengurangan dari sebuah aset yang dimiliki secara finansial maupun dalam bentuk barang.
Pelaksanaan divestasi ditujukan untuk memperbaiki tingkat efisiensi dan pengelolaan investasi. Dalam bisnis, divestasi berperan sebagai strategi peningkatan inovasi perusahaan.
Tujuan Divestasi
Berikut ini beberapa tujuan dari dilakukannya divestasi, yakni:
1. Normalisasi Aset
Dalam sebuah aset, biasanya terdapat biaya tambahan yang harus ditanggung. Biaya tambahan tersebut serupa dengan biaya operasional yang mencakup biaya perawatan aset, pajak, dan biaya tambahan lainnya. Agar mengurangi biaya yang lebih tinggi, investor melakukan divestasi. Dengan melakukan divestasi atau pengurangan aset, investor akan memperoleh keuntungan besar. Selain itu, investor juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan yang lebih besar untuk mengurus aset yang dimilikinya. Jika dibandingkan, ini dapat memberikan dua keuntungan sekaligus.
2. Mengurangi Beban Kerugian
Tujuan ini merupakan langkah pencegahan karena dalam bisnis, tidak semua hal dapat berjalan sesuai rencana. Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi saat berbisnis, termasuk saat melakukan investasi. Untuk mencegah kemungkinan hal yang tidak diinginkan terjadi, divestasi atau pengurangan aset dilakukan. Dengan demikian, investor dapat menghindari biaya kerugian yang tidak diinginkan. Karena kemungkinan beberapa faktor, investor mungkin harus menanggung kerugian yang tidak pernah direncanakan sebelumnya.
3. Efisiensi Profit Dalam Jangka Panjang
Setiap investor berharap mendapatkan keuntungan maksimal dari investasinya. Untuk mencapai keuntungan maksimal, diperlukan pengorbanan yang tidak terhindarkan. Dalam situasi ini, pengorbanan dilakukan melalui divestasi. Para investor perlu melakukan pengurangan aset untuk mendapatkan profit dari aset yang sudah dimilikinya sebelumnya. Tetapi, divestasi juga harus dilakukan dengan hati-hati. Sebelum investor melakukan divestasi, mereka pasti telah melakukan pertimbangan. Mereka memerlukan perhitungan yang teliti mengenai risiko yang akan mereka hadapi saat melakukan divestasi.
Dampak Divestasi Bagi Investor
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya divestasi merupakan kegiatan mengurangi aset, tentu saja hal ini juga memiliki sebuah dampak. Berikut ini beberapa dampak yang ditimbulkan dari kegiatan divestasi, yakni:
1. Terjadinya pengembalian dana Investasi
Dampak yang pertama adalah pengembalian modal investasi awal dari investor secara cepat atau dalam waktu singkat. Ia akan segera menerima kembali uang modal investasi awalnya. Hal ini terjadi ketika para investor memutuskan untuk melepaskan aset mereka. Ia akan segera menerima kembali modal investasinya. Namun, ini bisa menjadi masalah ketika uang modal investasi berubah menjadi uang profit, karena investor harus mencari instrumen investasi lain.
2. Terjadinya pengurangan pendapatan
Dampak kedua dari hasil divestasi adalah penurunan pendapatan investor.
Hal ini karena saat berinvestasi, investor dapat memperoleh pendapatan rutin berupa dividen atau return pada periode tertentu. Pada saat divestasi, aset akan berpindah kepemilikan kepada investor lain. Melakukan divestasi merupakan salah satu cara yang tepat.
3. Kehilangan hak atas perusahaan yang ia miliki sebelumnya
Melalui divestasi, seorang investor dapat kehilangan haknya atas perusahaan. Ketika investor memilih untuk menanam modal atau berinvestasi di sebuah perusahaan, mereka akan menerima sebagian persen dari kepemilikan perusahaan. Sehingga, dengan seorang investor melakukan divestasi, maka secara otomatis akan mencabut hak kepemilikannya terhadap perusahaan.
4. Adanya potensi terjadinya redistribusi kekayaan
Untuk dampak yang terakhir adalah kemungkinan terjadi redistribusi kekayaan. Maksudnya, jika Anda melakukan divestasi, Anda bisa memanfaatkan keuntungan dari aset yang dijual. Hasilnya dapat dialihfungsikan atau dimanfaatkan untuk aktivitas lebih produktif demi meraih keuntungan.
Kamu punya masalah perpajakan atau akuntansi? Bingung cara menyelesaikannya? Konsultasikan saja pada Jovindo. Kami dapat membantu kamu dalam menghadapi masalah perpajakan dan akuntasi kamu loh. Yuk konsultasikan masalah kamu. Untuk info lebih lanjut kamu bias menghubungi: 0778-4162512 /0811-7777088
Macam-Macam Metode Divestasi
Berikut ini beberapa macam-macam metode dari divestasi, yakni:
1. Direct Selling
Metode yang pertama adalah direct selling atau menjual langsung. Hal ini karena metode direct selling merupakan salah satu metode yang paling sederhana. Metode direct selling ini juga sering digunakan dalam penjualan saham dan unit bisnis.
2. Metode Spin Off
Metode divestasi ini meleburkan divisi tertentu menjadi entitas yang berbeda secara terpisah. Metode spin off akan mempengaruhi pembagian pemegang saham entitas. Dalam metode sebelumnya, investor dapat langsung memperoleh keuntungan berupa uang tunai.
3. Carve Out
Carve Out merupakan metode di mana cabang perusahaan memisahkan diri dan menjadi entitas baru secara independen. Dengan adanya pemisahan entitas ini, entitas tersebut tidak lagi memiliki hubungan dengan perusahaan sebelumnya. Meskipun begitu, tidak semua cabang perusahaan bisa didivestasikan dengan metode ini. Untuk melaksanakan metode divestasi ini, Anda harus memastikan apakah cabang perusahaan dapat beroperasi secara independen.
4. Tracking Stock
Dalam metode ini, investor memilih unit bisnis paling menjanjikan untuk dijual ke publik. Metode ini sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan metode Carve Out. Sementara pada metode tracking stock, perusahaan tidak melepas 100% saham unitnya. Namun, ia tetap memiliki wewenang terhadap perusahaan tersebut.





