Mengenal Pengakuan Pendapatan, Istilah dalam Dunia Akuntansi

Mengenal Pengakuan Pendapatan, Istilah dalam Dunia Akuntansi

PT Jovindo Solusi Batam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan pajak yang terpercaya dan telah berpengalaman dalam menangani permasalahan perpajakan klien. PT Jovindo Solusi Batam akan menyampaikan informasi terkait pengakuan pendapatan, istilah dalam dunia akuntansi. Berikut informasinya.

Definisi Pengakuan Pendapatan

Pengakuan pendapatan (revenue recognition) mengacu pada uang yang dihasilkan oleh aktivitas rutin suatu entitas. Pendapatan adalah salah satu komponen persamaan dasar akuntansi, yaitu modal.

Prinsip dari pengakuan modal didasarkan pada pendapatan yang dianggap telah terealisasi atau mampu menghasilkan pendapatan. Dengan begitu, ada kemungkinan manfaat pengakuan pendapatan ini di masa depan akan berdampak pada kinerja perusahaan. Secara sederhana, pengakuan pendapatan adalah kondisi pengakuan penjualan barang atau jasa sebelum atau sesudah penyerahan.

Berdasarkan PSAK (PSAK 23) Pendapatan PSAK adalah arus kotor yang diterima dari keuntungan ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama periode tertentu. Sehingga arus kas masuk mengakibatkan peningkatan ekuitas yang bukan merupakan hasil investasi modal.

Oleh karena itu, pengakuan pendapatan dipisahkan menjadi dua kategori:

  1. Pendapatan yang diperoleh dari barang atau jasa yang dapat ditukar atau dikonversikan menjadi kas atau klaim atas kas (piutang).
  2. Pendapatan yang menghasilkan pada entitas yang bersangkutan, sehingga pekerjaan yang telah selesai berhak atas keuntungan yang dimiliki pendapatan tersebut, seperti pekerjaan dan penerimaan lama yang telah diselesaikan.

Secara umum pengakuan pendapatan juga harus memenuhi kriteria pendapatan agar pendapatan dapat diakui. Berikut adalah empat pendapatan yang telah diakui berdasarkan prinsip ini:

  • Pendapatan penjualan produk diakui pada tanggal penjualan (tanggal penyerahan ke pelanggan).
  • Pendapatan dari penyerahan jasa diakui pada saat jasa diserahkan dan dapat ditagih.
  • Pendapatan dari pemberian izin kepada pihak lain untuk menggunakan aset usaha, termasuk bunga, sewa, dan royalti, diakui seiring berjalannya waktu atau pada saat aset tersebut diterapkan.
  • Pendapatan dari penjualan kecuali produk, aset diakui pada tanggal penjualan.

Penyimpangan Penjualan pada Pengakuan Pendapatan

Dalam beberapa keadaan, penyimpangan penjualan timbul dalam pengakuan pendapatan. Berikut ini adalah penyebab paling umum dari penyimpangan:

  1. Pengakuan penjualan sejak awal, sehingga diketahui jumlah uang yang dihasilkan dengan kepastian yang tinggi.
  2. Memungkinkan penangguhan pengakuan jika terdapat tingkat keraguan mengenai jumlah pendapatan. Baik itu biayanya relatif tinggi, atau penjualan bukanlah metode utama untuk menghasilkan keuntungan.

Pengakuan Pendapatan Akuntansi diakui pada saat terjadinya Penjualan/ Penyerahan

Biasanya, pendapatan dari kegiatan penjualan atau pabrikasi diakui pada saat penyerahan atau penjualan (point of sale). Namun, ada tiga keadaan yang mungkin menimbulkan masalah:

Penjualan dengan Perjanjian Beli Kembali

Apabila terjadi perjanjian yang memuat pembelian kembali dengan harga tertentu yang dapat membayar seluruh biaya persediaan ditambah biaya kepemilikan yang bersangkutan, maka persediaan dan kewajiban yang diberikan harus dicatat dalam pembukuan penjual. Artinya tidak ada transaksi penjualan yang terjadi.

Penjualan dengan Hak Retur

Jika penjual menanggung risiko kepemilikan jangka panjang karena pengembalian produk dalam akuntansi, ada 3 cara untuk pengakuan pendapatan:

  • Penjualan yang tidak tercatat mengakibatkan berakhirnya seluruh hak retur.
  • Pendapatan tercatat, namun pendapatan dikurangi dengan estimasi retur di masa depan.
  • Penjualan dicatat, dan retur dihitung pada saat penjualan.

Jadi, jika suatu perusahaan mempromosikan suatu produk tetapi mengizinkan pelanggan mengembalikannya, pendapatan dari transaksi tersebut akan diakui pada saat penjualan hanya jika 6 persyaratan terpenuhi:

  1. Harga yang konsisten dan disepakati dengan pembeli atau diputuskan pada tanggal penjualan.
  2. Pembeli telah melakukan pembayaran kepada penjual, atau ada kewajiban dan keharusan untuk melakukan pembayaran. Kewajiban ini tidak bergantung pada penjualan kembali produk.
  3. Kewajiban pembeli kepada penjual tidak berubah jika produk yang dibeli rusak atau dicuri.
  4. Pembeli yang memperoleh barang untuk dijual kembali mempunyai substansi ekonomi yang berbeda dengan yang ditawarkan oleh penjual.
  5. Penjual tidak mempunyai kewajiban atas kinerja produk di masa depan, yang mungkin mengakibatkan pelanggan menjual kembali barang tersebut.
  6. Jumlah retur di masa depan dapat diestimasikan dengan tepat.

Pengakuan Pendapatan sebelum Penjualan/Penyerahan

Akuntan profesional telah mengidentifikasi 2 cara kontrak konstruksi jangka panjang dalam bidang akuntansi, yaitu:

1. Metode Presentasi Penyelesaian

  • Kontrak tertulis secara jelas mengatur hak-hak hukum yang dapat dipaksakan mengenai barang atau jasa yang akan diberikan dan diterima oleh para pihak yang terikat kontrak, imbalan yang akan dipertukarkan, serta metode dan syarat penyelesaiannya.
  • Pembeli harus memenuhi seluruh kewajiban kontrak yang sudah disepakati, dan
  • kontraktor juga harus memenuhi komitmen kontraknya.

2. Metode Kontrak Selesai

Apabila kondisi kontrak kerjasama telah usai dengan kondisi sebagai berikut, maka metode pengakuan pendapatan dapat digunakan:

  • Memiliki kontra jangka pendek.
  • Berbagai persyaratan penyelesaian tidak dipenuhi.
  • Menerima risiko atau bahaya yang melekat dalam kontrak yang berada di luar kegiatan bisnis normal.

Menilai Presentase Penyelesaian

Untuk menilai perkembangan suatu kontrak, berbagai cara yang dapat diterapkan dan digunakan. Cara ini dibagi menjadi 2 bagian, diantaranya:

Ukuran Masukan

Mengakui pendapatan, pengeluaran, dan laba kotor berdasarkan arah penyelesaian kontrak jangka panjang. Terdapat standar untuk menilai kemajuan menuju penyelesaian pada waktu interim tertentu ketika menggunakan pendekatan ini. Berikut metode untuk menilai tingkat kemajuan penyelesaian:

  • Metode Biaya ke Biaya: Ini adalah metode yang sering digunakan untuk mengukur suatu masukan. Tingkat penyelesaian ditetapkan menggunakan pendekatan ini dengan membandingkan biaya yang dikeluarkan dengan perkiraan saat ini mengenai jumlah sempurna biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek. Persentasenya dihitung dengan membandingkan biaya sebenarnya dengan total biaya yang diprediksi dan kemudian dikalikan dengan laba bersih yang diinginkan dari proyek tersebut.

Ukuran Keluaran

Cara ini dikembangkan dengan mempertimbangkan hasil. Strategi ini didasarkan pada jumlah unit yang diproduksi dan nilai yang dikontribusikan. Pertimbangkan kesepakatan pembangunan jalan. Biaya dihitung oleh arsitek dan insinyur yang terlibat. Kemudian hitung berapa kali presentasi kerja telah dilakukan.

Dengan pendekatan pengukuran ini, Anda pada akhirnya dapat mengidentifikasi, mengkategorikan, dan mencatat pendapatan, sehingga memengaruhi keakuratan laporan laba rugi. Oleh karena itu, suatu korporasi harus mengetahui, memahami, dan mampu mengukur, mengidentifikasi, dan mencatat pendapatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *