Kira-kira apasih itu beban akrual? Yuk kita bahas.
Beban Akrual atau beban yang masih harus dibayar merupakan suatu konsep dalam akuntansi akrual yang merujuk pada beban yang diakui saat terjadi tetapi belum dibayar. Akrual adalah cara dalam pembukuan yang menganggap biaya dan pendapatan bukan jumlah yang dibayarkan atau diterima saja.
Maka setiap penghasilan menurut akuntansi, harus tetap memperhitungkan hasil perpajakan yang harus dibayar di masa mendatang maupun yang telah dibayar pada masa sekarang. Oleh karena itu, muncul lah isitilah aset dan pajak tangguhan.
Dalam beberapa transaksi, uang tunai belum dibayarkan saat pendapatan atau beban terjadi. Apabila, perusahaan membayar tagihan listrik bulan Februari pada bulan Maret, atau mengirimkan produknya ke pelanggan pada bulan Mei dan menerima pembayaran pada bulan Juni. Akuntansi akrual mengharuskan pendapatan dan beban dicatat pada periode akuntansi saat terjadi.
Karena beban yang masih harus dibayar adalah beban yang terjadi sebelum dibayarkan, maka beban tersebut menjadi kewajiban perusahaan untuk pembayaran tunai di masa mendatang. Oleh karena itu, beban yang masih harus dibayar juga dikenal sebagai kewajiban yang masih harus dibayar.
- Beban yang masih harus dibayar, juga dikenal sebagai kewajiban yang masih harus dibayar, adalah beban yang diakui saat terjadi tetapi belum dibayarkan menggunakan metode akuntansi akrual.
- Beban terutang yang umum meliputi utilitas, gaji, serta barang dan jasa yang dikonsumsi tetapi belum ditagih.
- Beban yang masih harus dibayar dicatat dalam jumlah estimasi, yang kemungkinan berbeda dari jumlah kas riil yang dibayarkan atau diterima kemudian.
Akuntansi Akrual
Terdapat dua jenis metode dalam akuntansi yaitu metode akrual dan metode kas. Perbedaan utama antara kedua metode tersebut adalah waktu pencatatan pendapatan dan beban. Dalam metode akuntansi kas, pendapatan dan beban dicatat dalam periode pelaporan saat pembayaran tunai dilakukan. Hal ini menjadikannya metode akuntansi yang lebih sederhana.
Metode akuntansi akrual mengharuskan pendapatan dan beban dicatat pada periode terjadinya, terlepas dari waktu pembayaran atau penerimaan kas. Karena beban atau pendapatan yang masih harus dibayar yang dicatat pada periode tersebut mungkin berbeda dari jumlah kas aktual yang dibayarkan atau diterima pada periode berikutnya, maka catatan tersebut hanyalah perkiraan. Metode akrual mengharuskan antisipasi yang tepat terhadap pendapatan dan beban.
Meskipun lebih mudah menggunakan metode akuntansi kas, metode akrual dapat mengungkapkan kesehatan keuangan perusahaan secara lebih akurat. Metode ini memungkinkan perusahaan untuk mencatat penjualan serta pembelian kredit mereka dalam periode pelaporan yang sama saat transaksi terjadi.
Oleh karena itu, metode akuntansi akrual lebih umum digunakan, terutama oleh perusahaan publik. Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) dan Prinsip Akuntansi yang Diterima Secara Umum (GAAP) mengharuskan perusahaan untuk menerapkan metode akrual.
Memahami Beban Akrual
Beban atau kewajiban yang masih harus dibayar terjadi ketika beban terjadi sebelum uang tunai dibayarkan. Beban dicatat pada laporan laba rugi, dengan kewajiban yang sesuai pada neraca . Beban yang masih harus dibayar biasanya merupakan kewajiban lancar karena pembayaran umumnya jatuh tempo dalam waktu satu tahun sejak tanggal transaksi.
Beberapa kasus umum dari biaya terutang meliputi:
- Barang dan jasa telah dikonsumsi, tetapi tagihan belum diterima.
- Utilitas dipakai pada bulan tertentu, dan tagihan diterima pada bulan berikutnya.
- Gaji tidak dibayarkan kepada karyawan sampai akhir periode pembayaran.
Pada akhir tiap periode pencatatan, perusahaan mesti memperkirakan dengan tepat jumlah rupiah untuk tiap biaya yang masih harus dibayar, lalu mencatatnya sebagai akun biaya dengan kewajiban biaya terutang/terutang yang sesuai.
Contoh biaya terutang
Misalnya, sebuah perusahaan menggunakan utilitas senilai Rp. 80.000.000 pada bulan Februari. Biaya utilitas yang digunakan tetap belum dibayar pada hari neraca (28 Februari). Perusahaan kemudian menerima tagihan untuk penggunaan utilitas tersebut pada tanggal 05 Maret dan melakukan pembayaran pada tanggal 25 Maret.
Pada hari neraca, beban utilitas yang masih harus dibayar diperlakukan sebagai kewajiban lancar (utang usaha atau beban yang masih harus dibayar) yang terutang kepada perusahaan utilitas, dan beban (Beban Utilitas) yang dikeluarkan oleh perusahaan pada bulan Februari.
Pada periode pelaporan bulan Maret, perusahaan harus mencatat pembayaran tunai pada tanggal 25 Maret untuk tagihan utilitasnya. Entri ini menghilangkan kewajiban karena tagihan utilitas dibayarkan secara tunai.
Beban yang masih harus dibayar serta beban dibayar dimuka
Konsep terkait dalam akuntansi akrual ialah biaya prabayar. Biaya akrual merupakan pengeluaran yang terjadi sebelum uang tunai dibayarkan, namun tetapi ada juga kasus di mana uang tunai dibayarkan sebelum pengeluaran terjadi. Pengeluaran semacam itu juga dikenal sebagai biaya prabayar.
Beban dibayar di muka merupakan aset pada neraca, karena barang ataupun jasa akan diterima di masa mendatang. Seperti beban yang masih harus dibayar, beban dibayar di muka juga dicatat dalam periode pelaporan saat terjadi berdasarkan metode akuntansi akrual. Contoh umum beban dibayar di muka meliputi premi asuransi dan sewa yang dibayar di muka.
Pada periode pelaporan saat uang tunai dibayarkan, perusahaan mencatat debit pada akun aset prabayar dan kredit pada akun kas. Pada periode pelaporan berikutnya saat layanan digunakan atau dikonsumsi, perusahaan akan mencatat debit pada biaya dan kredit pada aset prabayar.
PT.Jovindo menawarkan anda jasa konsultasi dan akuntasi perpajakan anda. Atasi masalah perpajakan anda bersama Jovindo. Dengan bersama kami anda dapat berkonsultasi secara online ataupun offline dengan harga yang terjangkau. Untuk info lebih lengkap silahkan hubungi : 0778-4162512 /0811-7777088.





