Perusahaan manufaktur merupakan sebuah perusahaan yang membuat produk dari bahan baku untuk dijual. Proses pembuatan ini menggunakan mesin, alat, dan pekerjaan, serta mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Dari aktivitas operasionalnya, perusahaan manufaktur ini memiliki beberapa perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan jenis perusahaan lainnya. Bisnis manufaktur harus menghitung biaya bahan baku dan biaya operasionalnya hingga menjadi barang jadi yang dapat dijual.
Penentuan Inventory dalam Metode Akuntansi Biaya
Penggunaan Inventory Cost atau biaya persediaan menentukan cara harga ditentukan untuk bahan yang dibeli dan tersedia. Karena barang persediaan terjual dan digunakan dalam produksi, biaya bahan dalam proses dihitung dengan cara mengalikan jumlah persediaan yang digunakan dalam proses pembuatan barang dengan harga per unit persediaan. Metode biaya ini menghitung biaya persediaan saat persediaan baru ditambahkan. Ada biaya Harga Pokok Penjualan (HPP) dan biaya Barang Dalam Proses (BDP).
Berikut ini salah satu dari jenis metode biaya persediaan yang digunakan untuk menentukan nilai HPP dan BDP, yakni:
1. FIFO (First-In, First-Out)
Metode FIFO merupakan metode pembelian barang yang pertama kali dibeli akan dipakai sebelum barang yang dibeli kemudian. Metode FIFO ini juga telat digunakan oleh sebagian besar perusahaan. Sebab asumsi yang terkandung sangat cocok dengan arus barang secara aktual. Sehingga dapat mengurangi risiko barang kedaluwarsa.
2. LIFO (Last-In, First-Out)
Metode LIFO ini merupakan metode yang menggunakan persediaan terbaru sebelum yang pertama. Namun akan lebih baik apabila menghindari cara ini karena dapat meningkatkan risiko barang menjadi kadaluwarsa.
3. Weighted-Average Cost
Metode Weighted-Average Cost merupakan metode yang menentukan bahwa hanya ada satu lapisan inventaris dalam stok barang. Lapisan tersebut adalah rata-rata harga dari seluruh barang yang dibeli dibagi dengan jumlah barang yang dibeli. Dan apabila terdapat pembelian persediaan yang baru, maka harga per unit yang baru akan diterapkan ke seluruh transaksi persediaan yang keluar hingga yang masuk.
4. Identifikasi Spesifik
Metode identifikasi spesifik ini merupakan metode yang menetapkan bahwa setiap barang yang dibeli dengan harga tertentu akan dijual atau digunakan dalam produksi dengan harga yang sama.
Kamu punya masalah perpajakan atau akuntansi? Bingung cara menyelesaikannya? Konsultasikan saja pada Jovindo. Kami dapat membantu kamu dalam menghadapi masalah perpajakan dan akuntasi kamu loh. Yuk konsultasikan masalah kamu. Untuk info lebih lanjut kamu bias menghubungi: 0778-4162512 /0811-7777088.
Penentuan Production Cost dalam Metode Akuntansi Biaya
Berikutnya ini adalah metode pendekatan biaya produksi, yakni:
1. Job Order Costing
Metode ini biasanya digunakan untuk memberikan beban pada sejumlah produk dalam satu kali proses. Job Order Costing adalah metode perhitungan biaya yang menghitung biaya produksi untuk setiap batch dengan mencatat jam kerja dan jumlah bahan baku yang digunakan.
2. Process Costing
Metode ini berfungsi dengan baik jika perusahaan manufaktur Anda memiliki lini produksi yang terus menerus membuat produk atau suku cadang yang sama. Biaya akan ditanggung oleh setiap departemen bukan oleh satu proyek.
3. Activity-Based Costing
Metode akuntansi ini menghubungkan semua sumber daya yang digunakan perusahaan dan aktivitasnya dengan produk atau layanan perusahaan yang langsung menghabiskan biayanya. Biaya Activity-Based costing menggabungkan biaya tidak langsung ke dalam kegiatan produksi langsung untuk membantu menentukan harga.
4. Variabel Costing
Hampir mirip dengan biaya overhead. Namun biaya produksi bervariasi tergantung pada pengeluarannya. Yang berarti, semakin banyak barang yang dibuat, maka semakin besar pula biayanya.
5. Absorption Costing
Metode ini dipakai saat penghitungan biaya melibatkan semua biaya yang bisa berubah dan biaya yang tetap, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.
6. Metode biaya lainnya
Tergantung pada kebutuhan dan lokasi pendirian perusahaan, istilah lain yang dapat digunakan termasuk biaya standar, biaya aktual, weighted-average costing, dan resource consumption costing. Namun penerapannya fleksibel. Setiap perusahaan manufaktur menggunakan metode pengukuran biaya yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan perusahaan tersebut.


















