PT Jovindo Solusi Batam adalah perusahaan yang bergerak pada bidang perpajakan. Kami melayani Anda dalam jasa konsultan pajak, jasa pembukuan serta jasa manajemen. Nah pembahasan berikut ini, PT Jovindo Solusi Batam akan memberikan informasi terkait Apa Saja Kesalahan Dalam Membuat Laporan Keuangan? Simak informasinya.
Kesalahan-Kesalahan dalam Membuat Laporan Keuangan
Berikut ini beberapa keselahan yang bisa muncul disebabkan adanya faktor pemicu, yaitu :
- Kesalahan manusia : Mungkin saja dikarenakan akuntan tidak memiliki dasar ilmu akuntansi yang cukup, misalnya salah dalam memasukkan data atau bukti transaksi yang hilang.
- Ketidakjujuran : Terdapat upaya kecurangan pada suatu pihak dengan melalui pembuatan laporan keuangan.
- Kesalahan intepretasi angka : Dalam data yang tersimpan, jika masih menggunakan akuntansi manual akan sering disalah-interpretasikan. Hal ini disebabkan mungkin saja data itu tidak akurat dengan sesuai data rill.
Berikut ini kesalahan umum ketika menyusun laporan keuangan perusahaan dagang, yaitu :
- Keliru dalam Menghitung Persediaan Barang : Persediaan adalah aset yang terpenting, tentunya perusahaan melakukan perhitungan dengan secara fisik agar menyesuaikan dengan laporan persediaan yang sudah dibuat sebelumnya.
- Kesalahan pada Pencatatan Akun dalam Laporan Keuangan : Pada kesalahan dalam pencatatan dapat terjadi, sehingga nominalnya tidak sesuai.
- Tidak Meghitung Harga Pokok Penjualan dengan Teliti : Untuk menentukan harga pokok penjualan pada perusahaan harus memperhatikan tigal hal berikut yaitu persediaan, pembelian bersih dan retur.
- Tidak Dapat Membedakan Akuntansi Berbasis Akrual dan Kas : Pada metode cash basis biaya akan dicatat pada saat mengeluarkan uang, sementara accrual basis pencatatan akan dilakukan pada saat biaya digunakan.
- Laporan Usia Piutang Usaha yang Buruk : Untuk perusahaan dagang tentunya akan sering mendapat penjualan dengan kredit dan kredit ini sangat perlu untuk memperhitungkan usia piutang usaha.
- Kesalahan dalam Penulisan Desimal : Mungkin saja adnya kekeliruan dalam menuliskan desimal yang berakibatkan pada nominal pada laporan keuangan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
- Tidak Memperhitungkan Biaya Angkut : Biaya angkut dapat timbul pada saat membeli barang atau menjual barang pada consume. Terdapat biaya barang angkut yang ditanggung pada pihak pembeli, tetapi ada juga yang ditanggung pihak penjual.
- Kehilangan Bukti Transaksi : Pada seluruh transaksi dalam pembukuan keuangan diperlukan bukti transaksi yang berupa nota, kwitansi, invoice atau sebagainya. Bukti ini akan berguna untuk mengkontrol atas pencatatan tiap transaksi, khususnya ketika pemeriksaan.
- Tidak Memahami Arus Kas : Dalam arus kas yang baik menjadi penetu pada perkembangan sebuah bisnis. Namun, masih banyak yang tidak memahami dalam mengolah arus kas dengan baik. Maka dari itu, pastikanlah untuk membuat prosedur yang ketat pada pengelolaan arus kas bisnis Anda.
- Tidak Mencantumkan Perhitungan Pajak : Dengan disebabkan kurang mengerti dengan pajak atau jumlah pembayarannya yang terlalu besar.
Indikator yang Perlu Diperhatikan Untuk Meminimalisir Kesalahan Pembuatan Laporan Keuangan
Untuk membuat laporan keuangan, Anda harus melihat dua laporan keuangan dasar yang paling berperan penting yakni neraca dan laporan laba rugi. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat neraca, yaitu :
- Saldo Negatif
- Salah Pos Penerimaan Pembayaran
- Rasio Hutang Terhadap Pendapatan Meningkat
- Laporan Usia Piutang Usaha Buruk
Ada pula hal yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan laba rugi, diantaranya yaitu :
- Laba Besar Arus Kas Kecil : Pada laba besar dibukukan dalam laporan laba rugi, tetapi di sisi lain ternyata arus kas yang masuk kecil. Hal tersebut memberikan peringatan bahwa adanya masalah dalam penerimaan uang.
- Laba Kotor Operasional Turun : Dalam laba operasional memastikan arus kas operasional positif, guna membayarkan biaya produksi, biaya umum dan administrasi, biaya pajak dan sebagainya.
Metode Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan
- Akuntansi yang Berbasis Kas : Yaitu dengan berdasarkan pada aktivitas kas perusahaan serta menelusuri kas masuk dan keluar.
- Akuntansi yang Berbasis Akrual : Dengan berdasarkan transaksi dengan diakui, disajikan dan dicatat ketika terjadinya transaksi tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayar. Pada akuntansi yang berbasis akrual ini akan memungkinkan analisanya yang lebih akurat disbanding akuntansi yang berbasis kas.




