Mengenal Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Mengenal Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

PT Jovindo Solusi Batam siap untuk mengatasi berbagai permasalahan pajak Anda. Selain dapat dipercaya, PT Jovindo Solusi Batam juga telah berpengalaman untuk menyelesaikan permasalahan di bidang perpajakan. Pada pembahasan berikut ini, PT Jovindo Solusi Batam akan berbagi informasi mengenai siklus akuntansi Perusahaan manufaktur. Berikut ini informasinya.

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang menggunakan mesin, peralatan, dan personel untuk mengubah bahan mentah menjadi komoditas jadi dengan nilai jual.

Seluruh prosedur dan tahapan dalam operasional manufaktur dilakukan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan yang dimiliki oleh masing-masing satuan kerja.

Memahami Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Siklus akuntansi adalah keseluruhan proses pencatatan transaksi perusahaan dalam satu periode akuntansi dan menghasilkan satu periode laporan keuangan yang mencakup semua pengeluaran dan pendapatan yang dihasilkan selama periode tersebut.

Terdapat berbagai kebutuhan tambahan dalam siklus akuntansi perusahaan manufaktur, yaitu kebutuhan untuk menerapkan metode akrual untuk setiap pencatatan akuntansi dan kebutuhan perusahaan untuk memilih sistem untuk menilai persediaan.

Sistem penilaian harga pokok penjualan, bersama dengan pencatatan sisa aset dan kewajiban pada akhir periode, membedakan perusahaan manufaktur dari jenis bisnis lainnya.

Apa itu Transaksi, Jurnal, dan Siklus Akuntansi di Perusahaan Manufaktur?

Tahapan siklus akuntansi umum yang biasanya diterapkan pada perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut:

Penerimaan Dokumen Transaksi

Ada beberapa bentuk dokumen transaksi yang diakui sebagai bukti transaksi antara penjual dan pembeli.

Dokumen tersebut bisa berupa Permintaan Pembelian, Pesanan Pembelian (PO), hingga nota faktur.

Berbagai jenis dokumen akan dilibatkan, khususnya dalam prosedur transaksi pembelian bahan baku yang digunakan oleh perusahaan manufaktur.

Karena bisnis manufaktur melakukan lebih dari sekadar memperoleh dan menjual produk, mereka juga memproses bahan mentah menjadi barang jadi.

Penjurnalan dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Setelah dokumen diterima, informasi dari dokumen-dokumen ini akan dicatat dalam jurnal akuntansi. Ini umumnya disebut sebagai jurnal. Jurnal akuntansi diklasifikasikan menjadi dua jenis: jurnal umum dan jurnal khusus.

Perbedaan mendasar antara kedua jenis jurnal ini adalah jumlah detail yang dicatat. Informasi di akun jurnal umum seperti nama vendor, akan lebih diperjelas di jurnal khusus.

Pemostingan ke Dalam Buku Besar (General Ledger)

Dalam siklus akuntansi perusahaan manufaktur, semua informasi yang dicatat dalam jurnal umum dan khusus kemudian dimasukkan ke dalam buku besar.

Setiap akun yang dimasukkan dalam jurnal umum dan khusus pada akhirnya akan bertambah di buku besar dalam (katakanlah) satu bulan.

Ibaratnya dengan buku besar, yang merupakan tempat penyimpanan semua transaksi perusahaan yang telah diklasifikasikan ke dalam akun yang berbeda.

Dengan melihat buku besar perusahaan, akuntan atau manajer dapat dengan mudah melacak kesalahan yang terjadi dalam transaksi bisnis.

Buku besar juga digunakan oleh auditor, baik internal maupun eksternal, untuk menganalisis dan mengaudit bisnis.

Pembuatan Neraca Saldo

Setelah semua informasi di buku besar sudah tercatat, Anda akan membuat neraca saldo.

Neraca saldo adalah salah satu bagian utama lembar kerja, dan berfungsi sebagai alat korektif untuk semua transaksi yang tercatat hingga tahap buku besar.

Karena nilai transaksi debit dan kredit untuk semua akun harus sama (balance) di neraca saldo.

Namun, karena sebagian besar organisasi manufaktur beroperasi dengan basis akrual, siklus akuntansi untuk perusahaan manufaktur tidak berakhir di sana.

Berbagai penyesuaian dilakukan belakangan, umumnya pada akhir bulan atau akhir periode akuntansi.

Oleh karena itu, Anda memerlukan jurnal penyesuaian, yang nantinya akan ditambahkan ke neraca saldo.

Neraca saldo akan berubah menjadi neraca saldo setelah penyesuaian setelah jurnal penyesuaian dibuat dan dimasukkan di dalamnya.

Pembuatan Jurnal Penyesuaian

Tahap ini membedakan siklus akuntansi antara perusahaan manufaktur dan jenis perusahaan lain.

Dalam catatan akuntansinya, sebagian perusahaan industri menggunakan metode akrual.

Secara sederhana, metode akrual adalah cara pencatatan transaksi berdasarkan waktu terjadinya bukan pada uang masuk atau keluar.

Penjualan kredit adalah salah satu contohnya. Semua penyesuaian akan dicatat dalam buku catatan penyesuaian.

Perubahan persediaan dicatat berbeda di perusahaan manufaktur daripada di perusahaan lain.

Menyelesaikan penyesuaian persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi, misalnya.

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian kemudian akan dicatat dalam neraca saldo sampai menemukan balance pada akun debet-kredit baru.

Ketika prosedur ini diselesaikan dalam siklus akuntansi perusahaan manufaktur, ini menandakan bahwa Anda telah selesai membuat neraca saldo setelah penyesuaian.

Neraca saldo setelah penyesuaian dan buku besar akan menjadi alat penting dalam proses pelaporan keuangan perusahaan.

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Data dari neraca saldo dan buku besar dapat dimasukkan secara manual ke dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

Namun, jika Anda menggunakan software akuntansi, siklus akuntansi lengkap perusahaan manufaktur akan diselesaikan dengan cepat, menyeluruh, dan otomatis.

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) merupakan komponen tambahan dari laporan keuangan yang harus disusun.

CALK memuat informasi mengenai struktur organisasi, kebijakan yang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), dan pengungkapan lain yang diperlukan untuk memastikan bahwa laporan keuangan tidak menyulitkan pembaca.

Pembuatan Jurnal Penutup

Peran jurnal penutup adalah untuk menutup akun seperti aset, liabilitas, pendapatan, pengeluaran, dan akun lainnya.

Sehingga, akun-akun dalam Laporan Keuangan akan menjadi nol pada laporan keuangan berikutnya dan tersedia untuk digunakan sebagai transaksi berikutnya.

Itulah tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi perusahaan manufaktur yang harus Anda ketahui. Yang membedakan dari bisnis lain adalah proses penilaian dan penyesuaian persediaannya. Perhitungan persediaan dan HPP untuk perusahaan manufaktur lebih sulit dibandingkan perusahaan perdagangan atau jasa. Karena salah satunya adalah aktivitas bahan baku dan barang dalam proses (WIP) dalam produksi perusahaan manufaktur hingga menjadi barang jadi yang siap dijual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *