Waspada Penipuan Pajak Digital: Kenali Modus dan Cara Melindungi Data

Waspada Penipuan DJP Pajak, Pelaku Punya data NIK hingga NIB - LINGKAR

PT Jovindo Solusi Batam merupakan perusahaan konsultan pajak yang menyediakan layanan jasa konsultan pajak, pembukuan, dan jasa pembukuan serta jasa manajemen kepada klien . Kali ini PT Jovindo Solusi Batam akan memaparkan informasi waspada penipuan pajak digital : kenali modus dan cara melindungi data.

Digitalisasi layanan pajak memang membuat urusan perpajakan semakin praktis. Namun di sisi lain, kondisi ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai penipuan berbasis digital. Modus yang digunakan semakin beragam dan menyasar data pribadi serta keuangan wajib pajak. Berikut rangkuman lima modus penipuan pajak digital yang perlu diwaspadai, beserta langkah pencegahannya.

1. Pesan Palsu yang Mengatasnamakan DJP

Pelaku mengirim SMS, WhatsApp, atau email yang mengaku dari Direktorat Jenderal Pajak dengan narasi mendesak, seperti ancaman pemblokiran akun atau informasi restitusi pajak. Korban diarahkan ke tautan palsu yang menyerupai situs resmi DJP dan diminta mengisi data login atau kode OTP.

Pencegahan:
Wajib pajak sebaiknya tidak mengklik tautan mencurigakan dan selalu mengakses layanan pajak melalui alamat resmi DJP. DJP tidak pernah meminta password maupun OTP melalui pesan pribadi.

2. Email Berlampiran Berbahaya

Modus ini dilakukan dengan mengirim email formal yang seolah-olah berasal dari kantor pajak, lengkap dengan logo dan bahasa resmi. Di dalamnya terdapat lampiran file yang mengandung malware dan berpotensi mencuri data ketika dibuka.

Pencegahan:
Periksa alamat pengirim email secara teliti dan hindari membuka lampiran dari sumber yang tidak jelas. Jika ragu, lakukan konfirmasi melalui saluran resmi DJP.

3. Penipuan Melalui Panggilan Telepon

Pelaku menghubungi korban dan mengaku sebagai petugas pajak. Mereka biasanya menyebutkan sebagian data pribadi korban agar terlihat meyakinkan, lalu menekan korban agar segera melakukan pembayaran ke rekening tertentu.

Fakta penting:
Seluruh kewajiban pajak diselesaikan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah, bukan melalui transfer ke rekening pribadi.

4. Aplikasi Pajak Palsu

Penipu menyebarkan tautan unduhan aplikasi yang diklaim sebagai aplikasi resmi DJP. Aplikasi ini biasanya berupa file APK dan mengandung malware yang dapat mencuri data, termasuk akses SMS dan aplikasi perbankan.

Pencegahan:
Unduh aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi dan pastikan pengembangnya terpercaya. Hindari memasang aplikasi dari tautan yang dibagikan melalui pesan pribadi.

5. Lelang Fiktif Barang Sitaan Pajak

Modus ini menawarkan barang sitaan pajak dengan harga sangat murah melalui media sosial atau situs palsu. Korban diminta mentransfer uang jaminan ke rekening pribadi, lalu pelaku menghilang.

Fakta penting:
Lelang resmi barang sitaan pajak hanya dilakukan melalui portal lelang resmi pemerintah, dan pembayaran dilakukan ke rekening instansi yang sah.

Cara Mengenali Informasi Resmi Perpajakan

Untuk menghindari penipuan, wajib pajak perlu memastikan bahwa:

  • Situs dan email resmi DJP menggunakan domain pajak.go.id
  • Tidak ada permintaan data sensitif melalui pesan pribadi
  • Pembayaran pajak selalu menggunakan mekanisme resmi
  • Informasi dapat diverifikasi melalui Kring Pajak atau kanal resmi DJP

Langkah yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Tertipu

Apabila wajib pajak sudah memberikan data atau mengalami kerugian, segera:

  • Mengganti password akun digital
  • Menghubungi pihak bank
  • Melaporkan kejadian ke DJP
  • Membuat laporan ke pihak berwenang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *