Mengenal Working Capital Besarta Jenisnya

Mengenal Working Capital Besarta Jenisnya

PT Jovindo Solusi Batam telah bersertifikat resmi dan berpengalaman dalam menyelesaikan permasalahan perpajakan dari klien. Sehingga sanagt cocok menjadi pendamping peerpajakan Anda. Kali ini, PT Jovindo Solusi Batam akan mengenalkan kepada audiens terkait Working Capital Beserta Jenisnya. Simak informasi berikut ini.

Pengertian Working Capital

Working Capital ialah istilah dari bagi modal kerja bersih, yaitu terdapat perbedaan pada jumlah aset perusahaan dan liabilitas dengan periode waktu yang tertentu. Contoh aset pada perusahaannya, yakni dana pada bank, data tunai, potensi pemasukan dari piutang konsumen dan aset yang belum diuangkan dengan cepat.

Liabilitas yaitu total uang pada perusahaan yang harus dibayarkan di tahun tersebut. Aset yang dikurangi liabilitas menjadi modal kerja bersih. Sederhananya, working capital ini ialah dana yang ada untuk membiayai keperluan operasional pada suatu bisnis.

Konsep Modal Kerja

  • Konsep Kuantitatif : Berfokus kepada kuantum untuk mecukupi kebutuhan pada perusahaan dalam biaya operasional, dengan sifanya yang rutin serta menunjukan jumlah dana (fund) yang ada dengan tujuan untuk jangka pendek.

 

  • Konsep Kualitatif : Berfokus kepada kualitas modal kerja dan kelebihan aktiva lancar pada utang jangka pendek, yang artinya jumlah aktiva lancar dari pinjaman jangka panjang atau pemilik usaha.

 

  • Konsep Fungsional : Berfokus kepada fungsi dana dengan menghasilkan laba pada perusahaan.

Tujuan dari Working Capital

  1. Untuk memenuhi likuiditas pada suatu perusahaan
  2. Untuk menjaga nilai mata uang
  3. Mengoptimalkan pada pemakaian aktiva lancar yang berkaitan pada penambahan penjualan dan keuntungan di perusahaan
  4. Mengalokasikan biaya darurat pada perusahaan
  5. Memiliki persediaan barang dagang untuk memenuhi permintaan konsumennya
  6. Bisa diinvestasikan kembali untuk mendapatkan tambahan pendapatan
  7. Bisa dialokasikan ke pasar modal dengan bentuk saham perusahaan yang ditransaksikan

Jenis-Jenis pada Working Capital

  1. Variable Working Capital : Terbagi menjadi tiga jenis, diantaranya yaitu :
  • Seasonal Working Capital : Yaitu pada perubahan working capital dipengaruhi oleh perubahan musim.
  • Cyclical Working Capital : Yaitu pada perubahan working capital diakibatkan oleh perubahan konjungtur.
  • Emergency Working Capital : Yaitu pada perubahan working capital dengan sifatnya yang darurat dan tidak diketahui pada asal mulanya.

 

  1. Permanent Working Capital : Terbagi menjadi dua jenis, diantaranya yaitu :
  • Primary Working Capital : Pada perusahaan wajib ada working capital yang sebagai jaminan usaha berjalan dengan baik.
  • Normal Working Capital : Yaitu jumlah yang diperlukan dalam memperluas produksi.

Komponen dalam Perhitungan Net Working Capital

  • Aset Lancar : Yaitu nilai kekayaan pada perusahaan yang dapat dipakai untuk pembayaran biaya operasi serta biaya hutang lancar. Adapun bentuk dari aset lancar ini yaitu uang tunai, piutang yang belum dibayarkan, saldo rekening, investasi jangka pendek serta stok produk.

 

  • Kewajiban Lancar : Yaitu beban yang harus dibayarkan perusahaan dan memiliki batas jatuh tempo yaitu satu tahun, yang meliputi biaya pajak penjualan, gaji, utang upah, utang usaha, serta biaya asuransi.

 

Faktor Lain yang Mempengaruhi Net Working Capital

  1. Tingkat Perputaran Stok
  2. Pendapatan pada Perusahaan
  3. Penjualan Saham pada Perusahaan
  4. Penjualan Aset Tetap pada Perusahaan

Cara Perhitungan Working Capital

Pada langkah pertama yaitu mengumpulkan seluruh data aset pada perusahaan sebagai persiapan, seperti contohnya ialah dana rekening, inventaris perusahaan, piutang yang tertunda, uang tunai atau aset yang dapat dicairkan dengan rentang waktu kurang dari satu tahun.

Selanjutnya, langkah kedua yaitu mengumpulkan data liabilitas pada perusahaan, seperti contohnya ialah upah pegawai, cicilan utan, tagihan utang dan tagihan pajak dengan memiliki tempo waktu satu tahun. Terdapat rumusnya, yaitu :

Working Capital = Current Assets – Current Liabilities

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *